Kamis, 06 Juli 2017

Kejenuhan di kemarin hari

Setiap hubungan pasti akan ada satu titik jenuh, dan itu pernah dirasakan baik aku maupun dia. 2 tahun selalu bersama dengan kegiatan kegiatan sederhana didalamnya, sehingga di tahun ketiga banyak sekali kejenuhan. Rasa jenuh itu datang saat dia juga merasakannya. Berbeda dengannya yang pada saat itu merasa aku layu dan yang lain lebih segar, sehingga dia menemukan seseorang baru yang menurutnya lebih segar sehingga mungkin berniat meninggalkan aku demi seseorang itu, tapi aku mengatasi kejenuhan itu dengan mencari kegiatan lain sehingga aku tak perlu mengkhianatinya demi menghilangkan si jenih itu.
Hingga suatu ketika, kita berkomunikasi lewat salah satu aplikasi chatting buatan korea dan percakapan itu terasa membosankan. Maka aku mencoba untuk menghidupkan percakapan itu dengan banyak cara, tapi dia tetap merespon sama seperti tidak tertarik memperbincangkan sesuatu padaku. Padahal dengan seseorang yang lain, yang diperbincangkan sama sederhananya dengan apa yang sedang kita bahas. Tapi ternyata dia lebih tertarik untuk berkomunikasi dengannya daripada aku. Yang saat itu aku belum tahu pasti kebenarannya, hanya dengan beberapa mimpi yang membuat aku semakin berpikir bahwa dia sedang jatuh cinta dengan seseorang lain, tapi aku mencoba menyangkalnya. Saat itu aku sempat berpikir apabila apa yang ada dimimpiku itu benar, aku akan membalasnya dengan cara yang sama tak peduli aku akan jadi lebih nyaman dengan yang lain lalu meninggalkan dia. Dan ternyata semua itu benar, Tapi pembalasan yang pernah terpikirkan itu tidak ku lakukan, karena tahu rasa sakitnya seperti apa.
Dari satu cerita kejenuhan, dimana kita sama sama jenuh dengan hubungan yang sedang dijalani. Sehingga mencoba mengatasi kejenuhan dengan cara yang berbeda tapi aku selalu berharap ketika mungkin kejenuhan yang lain akan datang, aku ingin mengatasi jenuh itu dengan cara dimana aku tidak mengkhianatinya dan tetap menunggunya pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar