Minggu, 23 April 2017

Dunia diujung sini

Hati tak mengerti...
Apa yang harus dilakukan saat ini.
Dikala kau memintaku bercerita
Dan saat kuucap tak satupun yang kau dengar
Dikala aku mencoba menarik perhatianmu
Dengan cerita yang akan ku sampaikan
Tak satupun kalimat yang kamu respon.
Mungkin...
Dunia diluar sana lebih menarik perhatianmu
Tidak seperti dunia yang jauh disini
Hanya berbicara yang terdengar membosankan
Tapi apalah daya..
Hati hanya mampu mengerti
Dan menyimpannya baik baik

Kamis, 20 April 2017

Bagai candu

Merindumu bagai candu
Tak pernah habis
Selalu ada dan ada
Tak pernah bosan datang
Selalu menghampiri
Lagi dan lagi
Aku ingin bertemu
Melepas rindu
Memelukmu dengan rindu ini
Ingin ku lempar rindu ini padamu
Agar kau dapat merasakan
Bagaimana beratnya menahan rindu
Tapi tak peduli seberapa berat rindu itu
Dia tetap datang
Dan aku menikmati waktu waktu merindu dirimu

Andaikan kau disini...

Andai kau disini...
Menemani malamku
memeluk sunyiku.
dengan mata kita bicara
dalam bisu kita tertawa.
entah sampai kapan aku menunggumu disini...
atau hingga ombak ini kering di telan bulan..
aku masih berharap,
andai kau disini...

Jumat, 14 April 2017

Jogja and You

Ini semua tentang kenangan kita semasa SMA yang tertinggal di Yogyakarta.
Persis seperti namanya Daerah Istimewa Yogyakarta, disini ada kenangan yang menurutku istimewa,
Berdua berjalan digelapnya malam, mencari sesuatu untuk dibawa sebagai buah tangan.
Saat itu untuk pertama kalinya aku berjalan disisi mu, menggenggammu jemari di malam hari.
Makan berdua dikedai bakso pinggir jalan.
Menurut mereka mungkin apa istimewanya peristiwa itu ?
Tapi menurutku ini istimewa.
Tak terlupakan.
Bahkan masih terekam jelas bagaimana itu berlangsung!
Memasuki toko souvenir dan mendapatkan satu boneka kecil untuk ibumu.
Ah, tidak hanya itu!
Satu gelang darimu. aku juga dapat sesuatu darimu.
Gelang berwarna jingga yang dipadukan dengan coklat.
Masih ku simpan baik-baik gelang itu.
Ya walau ada yang sedikit rusak dibagian talinya.
Tapi tidak parah. Masih bagus.

Hah, dan ternyata waktu cepat berlalu.
Itu sudah 3 tahun yang lalu.
Jogja menjadi diary bisu bagiku.
Jogja menyimpang cerita tentang kita.
3 tahun lalu, 1 tahun lalu dan 2 minggu lalu.
Semoga tetap menjadi kenangan yang dapat diceritakan hingga nanti.
Bukan menjadi kenangan yang ditinggal oleh pemiliknyaa :)

cinta yang bercakap-cakap #3 ©

Aku selalu menebak bagaimana caramu berpikir.
Tentang sesuatu yang tak kutahu, yang kau sembunyikan di balik tatapanmu.

Seperti langit yang punya banyak bintang dan rahasia
Sebanyak itulah pertanyaan tentang dirimu yang selalu kusimpan.
Meski tak harus semuanya ku ketahui
Satu yang paling sederhana saja, apakah kamu akan tersenyum pada sapa suaraku untukmu?

Ini tentang perasaan dan tanda tanya yang kugantung di atas kepalamu.
Kamu yang kusebut istimewa.
Kamu yang mungkin tak terbanding dengan lainnya.
Dan aku adalah orang yang terus menatapmu dalam kejauhan.

Suatu hari, aku tak lagi bisa menjadi bayang-bayang di sudut matamu.
Aku akan datang dan mengungkapkan segala pertanyaan itu.
Mungkin dari satu yang paling sederhana, memanggil namamu.

Tepat di saat aku mengatakan itu, yang muncul di balik tatapanmu adalah satu bentuk perasaan.
Cinta. Apakah itu untukku?
Atau untuk seseorang yang lain?
Lalu kamu tersenyum.
Dan bagiku, itu saja sudah lebih dari cukup.

Kamis, 06 April 2017

Cinta yang bercakap-cakap #2 ©

"Sekali saja... Aku ingin menjadi napasmu. Yang kau butuhkan untuk bertahan hidup."
"Sekali saja... Aku ingin menjadi imaginasimu. Yang kau abadikan dalam cerita-cerita yang kau tulis."
"Sekali saja... Aku ingin menjadi pelangi. Yang kau tunggu setelah hujan, yang membuatmu bertahan meski menggigil kedinginan."
"Sekali saja... Aku ingin menjadi sebentuk cincin. Yang kau lingkarkan dijari, mengesahkan pemilik, menjadi cinta yang kau pilih"
"Sekali saja... Aku ingin menjadi  jari-jari bagimu. Yang menyeka air matamu ketika menangis, kau tak perlu sedih dengan keberadaanku"
"Sekali saja... Aku ingin menjadi senja bagimu. Yang menghangatkan soremu, meski harus siap diusir malam"
"Sekali saja... Aku ingin menjadi pagi bagimu. Yang kau temui pertama kali setiap akan memulai hari"
"Sekali saja... Aku ingin meminjam salah satu ruang di hatimu. Biarkan aku tinggal disana, selama yang ku mau"
"Sekali saja... Aku ingin meminjamkan rindu padamu. Biar kau tahu, berapa banyak waktu kuhabiskan untuk memikirkanmu"
"Sekali saja... Aku ingin menjadi ingatan mu. Aku tenang, hanya dengan membayangkan keadaanmu"
"Sekali saja... dalam hidupku, aku ingin menjadi cinta paling berarti bagimu."
-- TO BE CONTINUE-- 

Rabu, 05 April 2017

Cinta yang Bercakap-Cakap #1 ©


"kamu sedang apa?"
"bersyukur, untuk malam yang mempertemukan rinduku padamu. kalau kamu sedang apa?"
"masih sama seperti kemarin, menunggumu untuk dicintai"
"apa kamu yakin siap menunggu?"
"Ya. Rindu yang mengajariku arti kesabaran. Dan cinta yang membuatku kuat bertahan"
"Bagaimana jika aku tak pernah datang?"
"Kamu jahat. Sudah membuang rindu sembarangan, dan tak memungutnya kembali. Kamu tahu, aku sudah cukup lama menjaganya sendirian?"
"Ya. Aku tahu. Kamu tak perlu khawatir karena aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana. Maukah kamu menyiapkan rindu itu tepat ketika aku sampai nanti?"
"Kapan kamu tiba? Bagaimana jika kedatanganmu serupa angin yang terbang tak pernah henti. Mungkin kamu takkan benar-benar kembali"
"Aku mungkin tersesat dalam perjalanan. Tapi yakinlah, setiap doa yang kamu kirimkan, telah menjadi mata angin yang menunjukkan jalan pulang kepadamu"
"Tersesat? Dimana? Tahukah kamu hatiku sakit jika kau tersesat!! Dan kamu tahu isi doaku?"
"Aku selalu tahu. Di sebelah ruang hatiku, cintamu berdiam. Kudengar kamu menyebut namaku berkali-kali"
"Tentu. Karena aku rindu...."
"Maka jangan putus asa. Tunggu aku. Kamu satu-satunya yang kucinta."

-- TO BE CONTINUE --

Minggu, 02 April 2017

Rindu

Ini memang bukan kali pertama aku menghabiskan waktu bersama denganmu hingga malam tiba. Tapi, ini kali pertama aku menghabiskan waktu dari matahari diatas kepala hingga bulan menyapa lalu dari matahari datang hingga dini hari. Hari itu sungguh tak terlupakan.
Dimana kita bercerita hal hal tentang kita dan hal hal tak penting tapi tetap menarik untuk disampaikan. Ingin rasanya mengulang hari itu. Sungguh aku merindu.
Itu kali pertama dimana kawanku dan kawanmu bersatu dalam canda tawa, dalam satu meja dengan kopi dan pisang keju.
Kapan hal itu akan terulang? Aku ingin mengukir banyak cerita lagi bersama mu