Kamis, 01 Oktober 2015

Hope Little Girls

Ibu bilang dulu waktu aku baru pertama kali bisa menulis dan mulai lancar menulis selalu ada satu kalimat yang selalu aku tulis berulang-ulang, seperti tidak ada bosannya aku menulis kalimat itu. Ibu bilang itu adalah kalimat yang selalu aku ucapkan ke ibuku. Itu adalah keinginan ku. Itu adalah mimpiku. "AKU INGIN JADI DOKTER" ya! itulah mimpiku sejak aku kecil hingga sekarang! aku selalu berusaha belajar dengan giat agar aku bisa mendapat nilai terbaik dikelas maupun sekolah. Aku lakukan itu agar dapat meraih mimpiku yang sejak kecil aku dambakan. Aku selalu terkagum-kagum pada semua tenaga medis yang sedang menangani pasien mereka, apalagi jika itu seorang dokter! yaa.. walau terkadang aku sempat sebal karena beberapa dari mereka ternyata tidak seramah bayanganku. Sampai akhirnya di SMP ayah bilang "kaka sekarang sudah besar, kaka dari kecil bercita-cita jadi dokter. kaka mau jadi dokter apa?"
itu pertanyaan yang tak terduga. Itu belum pernah aku pikirkan. Aku senang anak kecil dan seketika aku berniat untuk menjadi dokter anak. Tapi tak lama dari itu ibu ku melahirkan anak ke4 yang merupakan adik ke3 ku. Melihat perjuangan ibu, melihat para medis yang menolong ibu dan sekarang ini banyak sekali dokter kandungan laki-laki, niat ku untuk jadi seorang dokter anak berubah menjadi dokter kandungan. Aku ingin menjadi salah satu dokter kandungan perempuan ditengah banyaknya dokter kandungan laki-laki. Menolong para ibu untuk persalinan merupakan salah satu pekerjaan mulia dan kata guru ngaji ku memang sudah seharusnya perempuan yang menolong persalinan bukan laki-laki. Karena perempuan bakal lebih mengerti daripada laki-laki. Dan saat itu juga aku memutuskan untuk mengejar cita-citaku dengan mendapat nilai yang baik disekolah ku dan melanjutkan pendidikan ku di kedokteran UGM. Mimpi itu terus berlanjut sampai akhirnya masuk semester 6 di Sekolah Menengah Atas. Aku berusaha dan berdoa. SNMPTN atau SBMPTN aku tidak memilih UGM. Aku hanya mengikuti kata orang-orang dan termasuk orang tua ku. Tapi bukan berarti aku nyerah dengan mimpiku. Aku juga ikut utul UGM dan SINPEMARU Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Yap! mungkin memang bukan rezeki ku untuk dapat di kedokteran. Di UGM maupun Poltekkes Kemenkes Yogyakarta aku keterima di Jurusan Kebidanan. Mungkin memang rezeki ku di kebidanan, dan untungnya kebidanan itu 11:12 dengan dokter kandungan tidak jauh beda. Aku akan berusaha yang sebaik mungkin mengikuti segala kegiatan dan pembelajaran di Perkuliahanku. Semoga cita-citaku tercapai. Aamiin :)